Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 12 November 2011

keberuntungan itu tidak setia


Keberuntungan tidak setia kepada kita,
kecuali kita setia kepada perilaku yang memberuntungkan.
Yaitu,
Memelihara kedekatan dengan Tuhan,

setia kepada yang benar,
mengisi hati dan pikiran dengan kebaikan,
selalu mencari cara untuk menjadi lebih bermanfaat bagi sesama,
menggunakan kesalahan dan kegagalan sebagai pelajaran untuk
memperbaiki diri,

berwajah ramah dan bersuara pengasih,
bersikap lembut kepada anak-anak dan orang tua,
berhati yang penuh terima kasih dan syukur,
ikhlas mengecilkan diri untuk membesarkan hati sesama,
setia kepada keluarga,

rajin, jujur, dan adil dalam perniagaan,
dan amanah dalam memimpin.
Ooh ... Tuhan kami Yang Maha Sejahtera,
Pandangilah wajah kekasihMu yang kecil ini, dan penuhilah harapan
kami untuk menjadi jiwa damai yang Kau indahkan kehidupannya.

Sesungguhnya, cintaMu adalah sebesar-besarnya keuntungan.
Aamiin

galau karna cinta


Engkau yang sedang galau karena cinta ...
Perbaikilah ketegasanmu dalam memilih orang yang kau cintai.
Sumber kegalauan terbesar dalam cinta, adalah engkau mencintai

orangnya, tapi membenci perilakunya.
Lalu, mengapakah engkau memilih orang yang hanya melukai
hatimu dan menurunkan rasa hormat terhadap dirimu sendiri?
Dalam cinta, sesungguhnya ketegasanmu adalah pelindung hatimu.

cinta (engkau yg sedang di sedihkan oleh cinta)


Engkau yang sedang disedihkan oleh cinta,
dengarlah ini ...
Jika seseorang mengatakan bahwa dia mencintaimu,
tetapi kata-kata dan tindakannya tidak menghormatimu

sebagai pribadi yang baik dan mandiri,
maka dia tidak betul-betul mencintaimu.
Mungkin dia ingin memilikimu, tetapi pasti itu bukan cinta.

CINTA ADALAH PEMUJAAN.

Maka bagaimana mungkin orang yang seharusnya memujamu –
menyakitimu?
Tegaskanlah dirimu, ini hidupmu.